It's Friday. 3:59PM, Work from home, while my 2 years young Terra sits next to me playing xmas music di iPad bapaknya. You can call this as working time, more than 2 browsers opened at my laptop. Emails, Asana, Moodle, Google, and Online shop website. The last one is very exciting. hahaha.
Saya sedang bersemangat betul hari ini. Mungkin karena diawali dengan agenda belanja yang tidak direncanakan terjadi di pagi sampai siang hari. Yup, belanja kado ulang tahun ponakan (udah bulan2 segini banyak yang ultah, bangkrut yee). Hmm, also belanja buat diri sendiri sih. I'm not that shopaholic, I can guarantee. Suami adalah saksi hidup betapa telitinya saya spend uang untuk kesenangan pribadi (baca: pelit) :D I mean, lebih mentingin kebutuhan rumah tangga ketimbang keperluan pribadi. Feeling saya, semua ibu rumah tangga yang sepertinya secara naluriah akan memikirkan hal ini. Kecuali kalau sudah jadi milionaire kali lah baru bisa foya foya. ;)
Jadi dalam jam jam inilah saya berkutat dengan barang baru, belanja, duit, plus check status pesanan di olshop. Ditambah ini list lagu yang diputer Terra pulak, 12 days of Christmas yang liriknya sangat ngena banget sama kondisi ini (on the first day of Christmas my true love gave to me a partridge in the pear tree, on the second days of Christmas my true love gave to me, two turtle doves and a partridge in a pear tree. dst dst sampe 12 days, banyaaknya). Yes, It does feel like Christmas. Lots of gifts to special ones and beautiful music to play. Gak mau debat soal Christmas season yang kata orang yang suka berpikir "apa apa dibikin stigma" gak sesuai dengan orang kresten saat ini. Christmas sudah jadi budaya eniwei. Kalo ada yang mo ikutan tuker2 kado or ikut keramaian mal mal yang pasang ornamen merah hijau di rumahnya, ya silakan. Yang jelas, I enjoy this moment when my kid and I spend time together what makes us happy (by listening to our fave songs and also preparing gifts for the special ones).
Apa yang jadi pemantik di hari ini supaya jadi enjoy ngejalanin hari and berasa Christmas is here ?
For some reasons, writing is a magical act that brings a great value for someone's life.
Friday, 17 October 2014
Wednesday, 10 September 2014
Reading Books are "Awesome"
Jadi, selama sebulan ini saya sudah sukses membeli 3 buku, dua diantaranya telah khatam dibaca (tumbenn)hahaha. Those books are "Melunasi Janji Kemerdekaan" (biografi Anies Baswedan), "Sokola Rimba" (autobiografi Butet Manurung), dan hari ini beli "Carreer first" by Maya Arvini.
Woooot? Yang terakhir? Judulnya wowww... Jadi, alasan kenapa beli buku ini karena pas di Gramedia gw juga gak tau mo beli buku apaan tapi hasrat membaca kok lagi tinggi2 nya ya.. Sebenarnya pas baca sepintas tentang buku ini (sebelum memutuskan untuk membeli), agak gak yakin juga karena tulisannya lebih diperuntukkan bagi orang muda yang mo mulai di dunia kerja. En me? dah bertahun2 kerja tapi kok mau beli? Menyesalkah engkau Cha dengan karir mu di masa lalu or yang sekarang dijalani? Plus, ini penulis berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya sampai pada kesuksesan di dunia kerja di salah satu perusahaan multinasional. To be honest, I'm not too interested with the story. Ukuran kesuksesan dia beda sama saya. I'm not looking for "a stairway to be a successful carreer woman/CEO). At least, semakin baca bab demi bab, saya semakin yakin sama hal ini. Menjadi sukses di dunia kerja dengan ukuran kerja di perusahaan yang bonafide, it's not my goal.
Woooot? Yang terakhir? Judulnya wowww... Jadi, alasan kenapa beli buku ini karena pas di Gramedia gw juga gak tau mo beli buku apaan tapi hasrat membaca kok lagi tinggi2 nya ya.. Sebenarnya pas baca sepintas tentang buku ini (sebelum memutuskan untuk membeli), agak gak yakin juga karena tulisannya lebih diperuntukkan bagi orang muda yang mo mulai di dunia kerja. En me? dah bertahun2 kerja tapi kok mau beli? Menyesalkah engkau Cha dengan karir mu di masa lalu or yang sekarang dijalani? Plus, ini penulis berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya sampai pada kesuksesan di dunia kerja di salah satu perusahaan multinasional. To be honest, I'm not too interested with the story. Ukuran kesuksesan dia beda sama saya. I'm not looking for "a stairway to be a successful carreer woman/CEO). At least, semakin baca bab demi bab, saya semakin yakin sama hal ini. Menjadi sukses di dunia kerja dengan ukuran kerja di perusahaan yang bonafide, it's not my goal.
Tuesday, 17 September 2013
Ayolah, jangan terlalu serius
Kalau dipikir pikir, setiap bangun pagi kenapa di otak saya sudah ada sederet list (plus tick box nya juga) apa saja yang harus dipikirkan dan dilakukan. Seperti itukah generasi Guy nya The Croods yang homo sapiens sehingga memang berbeda dengan Grug dan keluarganya yang kata anaknya Grug "daddy, we have no brains"? Yahh, terimalah nasib, cha...
Jadi, saya harus mensyukuri diri sebagai mahluk berakal. Tapi tetep, kenapa harus memulai hari dengan sederet list (plus tick box) apa yang harus dipikirkan dan dilakukan ya? Mulai dari mau bikin sarapan apa, sekolah, anak, suami, tagihan listrik, rencana pulang ke kampung, rencana liburan, tabungan, dan lain-lain.
Jadi, saya harus mensyukuri diri sebagai mahluk berakal. Tapi tetep, kenapa harus memulai hari dengan sederet list (plus tick box) apa yang harus dipikirkan dan dilakukan ya? Mulai dari mau bikin sarapan apa, sekolah, anak, suami, tagihan listrik, rencana pulang ke kampung, rencana liburan, tabungan, dan lain-lain.
Monday, 12 August 2013
Day #2 : Terra's Play-date time (good night hours)
Gak tahu mau ditulis sampe berapa, yang jelas hari ini ada beberapa hal yang perlu didokumentasikan (masih terkait ttg waktu bermain Terra tanpa mama papa disekitarnya). By this time, agak lamaan sedikit (dari jam 4 sore sampai 9 malam).
Hari ini tepat hari pertama dimulainya Short Course saya di Monash Uni. Sejak beberapa hari yang lalu menanti2kan hari ini karena akan kembali belajar jadi murid duduk di sekolah apalagi belajar hal yang menarik (Child Education). Selain itu, Terra akan dititipkan lagi ke tante2nya di Hooper Crest. Papa Terra tidak bisa mengubah jadwal kerjanya ke hari lain sehingga dia tidak bisa jaga Terra di rumah.
Hari ini tepat hari pertama dimulainya Short Course saya di Monash Uni. Sejak beberapa hari yang lalu menanti2kan hari ini karena akan kembali belajar jadi murid duduk di sekolah apalagi belajar hal yang menarik (Child Education). Selain itu, Terra akan dititipkan lagi ke tante2nya di Hooper Crest. Papa Terra tidak bisa mengubah jadwal kerjanya ke hari lain sehingga dia tidak bisa jaga Terra di rumah.
Sedikit nyesel pas tadi mo pisah sama Terra, main langsung dadah plus jaraknya rada jauh, jadi anaknya malah jerit nangis. Besok2 kudu lebih jelas ngomong ke Terra dengan jarak yang agak deket kalo mama papa mo pergi tapi balik lagi (dan abis itu kudu ngacir supaya drama tidak berkepanjangan). Sepanjang jalan ke stasiun kereta dan bus pun pikiran bercabang (antara takut nyasar dan mikir ini anak gimana di rumah tante2nya).
Syukurlah, setelah menempuh satu setengah jam perjalanan, bisa tiba dengan selamat di tujuan. Lebih lega lagi, saat telpon tanya kabar anak rusa, Terra masih 'under control', sampai akhirnya papanya jemput Terra.
Subscribe to:
Posts (Atom)