Hari ini adalah hari ke 2 kami berada d salah satu hotel d Karawaci, Tangerang dalam rangka mengikuti acara family gathering kantor suami.
Selalu menarik buat saya pribadi untuk setiap kegiatan apa yg akan kami habiskan di luar rumah. Bagi saya, ini adalah kesempatan refreshing yg diperlukan setiap minggunya.
Pagi ini, setelah sarapan, kami beranjak ke area country club. Menarik sekali area yang disediakan. Berasa d alam terbuka. Kolam renang menjadi magnet tersendiri terutama bagi pegawai yg membaea anggota keluarganya. Terra senang sekali, apalagi dia sudah mendapat teman baru di sana.
Teringat setahun yang lalu di mana Terra masih belum enjoy berada d sekitar kolam renang. Lebih tepatnya takut. Sempat sedih juga saat itu manakala saya berpikir dia belum dapat menerima lingkungan baru (kalau dihitung2, berarti dia mengalami strange anxiety sejak dia 6bln sampai hampir 2 tahun).
Tetapi melihat kejadian pagi ini, saya makin uakin bahwa setiap anak adalah unik. Tidak perlu memaksa anak untuk lihat bersosialisasi, apalagi pake label anak pemalu atau penakut segala. Anak membutuhkan waktu untuk mengenal dan mempercayakan dirinya aman dan nyaman bagi hal2 yang baru.
I'm glad she enjoy the time splashing in the water.
For some reasons, writing is a magical act that brings a great value for someone's life.
Sunday, 7 June 2015
Splash splosh on the weekend
Friday, 5 June 2015
Masih seputar bantaran kali
Tulisan dua hari yang lalu bercerita ttg bantaran kali Cisadane yang (semoga) akan dipercantik seperti sedia kala lengkap dengan taman, pepohonan, dan jalan setapaknya.
Alangkah senangnya saat membuka koran hari ini, ada profil kota Samarinda yang mempercantik ruang publik seperti bantaran sungai Mahakam dengan taman dan pernak pernik lainnya. Sebut saja lampion2 berbentuk hewan2 yang menghiasi pinggiran sungai. Para warga Samarinda pun berdatangan saat senja tiba untuk sekedar duduk2 santai sambil melepas lelah sehabis beraktivitas.
Turut senang atas kehadiran ruang publik yang bisa dimaanfaatkan warga Samarinda. Turut senang Pemkot Samarinda mewujudkan infrastruktur yg baik, yang dampaknya dapat terasa langsung bagi warganya.
Pindahan
Kalo soal pindahan itu emang paling heboh... Hari ini kantor saya sudah tesmi d tengah kota macet Jakarta Ria.... Antara sedih dan senang. Sedih karena harus berangkat lebih pagi dr rumah untuk mengejar kereta (jadi waktu berleha2 dengan anak pun akan berkurang). Senangnya adalah karena bisa pulang bareng suami berkereta senja. Ahahahahayyy...
Kembali soal pindahan, hal-hal yang kurang penting akan saya tulis disini terkait persiapan sebelum pindahan (tetap keukeuh pengen nulis walaupun ga penting2 amat,hahaha)
1. Pastikan sarapan sebelum pindahan (akibat sarapan yg tdk maksimal, saya nyaris pingsan karena terpaksa menunggu makan siang sampe jam 3).
2. Instead of boxes, if you have suitcase, it's better to use it. Kotak itu bisa aja muat banyak tapi giliran mau diangkut, tetap butuh 2 orang buat angkat (kecuali ada trolley)
3. Labeling is important. Pastikan menulis apa yg ada di dalam kotak/kantong kresek/tas
4. Ramah lah seorang terhadap yang lain. Dengan bersikap ramah,kita akan lebih mudah mendapatkan bantuan dr orang lain (mereka akan segan menolak karena kita ramah). Ini rada maksa sih. Hahaha
Ke 4 poin di atas yang paling diingat terkait pelajaran pindahan kali ini. Will remember today's moving in and out to Sungai Gerong office.
Wednesday, 3 June 2015
Pada bantaran kali Cisadane
Resminya tinggal di kota Tangerang kurang kebih 2tahunan ini. Sebenarnya srjak tahun 2009 sudah bekerja d Tangerang tapi tidak terlalu tahu banyak tentang kota ini.
Yang paling diingat dari kota ini adalah banyaknya Lapas (estimasi kasar sekitar 7 atau 8 atau lebih?). Selain banyaknya lapas dengan tipe yang beragam, kali Cisadane adalah salah satu ikon yang tersohor. Baru baru ini adalah festival perahu naga di kali Cisadane. Momen perayaan Cap Go Meh di kali Cisadane juga ramai dikunjungi warga.
Rumah kami selalu melalui bantaran kali ini. Sepanjang melintasi kali, tampak bentukan taman dan jalan setapak yang sudah tak teraeat. Ternyata benar, menurut cerita orang yang dapat dipercaya (suami sendiri), sekitar tahun 90an, sepanjang kali ini cukup tertata rapi. Selain taman dan pepohonan, ada pula jalan setapak sehingga kali ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan warga yang murah meriah. Entah mengapa sekarang bantaran kali itu tidak tampak seperti cerita masa lalunya.
Apresiasi tinggi saya haturkan kepada Pemkot Tangerang yg mulai terlihat bebenah untuk mempercantik kota. Semisal dengan adanya Skate Park di depan Yuppentek tempat saya nunggu angkot Karawaci, taman Cikokol, lalu taman yg tidak namanya apa tapi nampak patung-patung superhero terpancang di situ (masih sekitar cikokol). Saya pikir, bisa saja bantaran kali Cisadane yang di sekitar jembatan Lio Baru (sepanjang jln. Daan Mogot) juga akan dipercantik. Semoga pikiran ini benar.