Friday, 5 June 2015

Pindahan

Kalo soal pindahan itu emang paling heboh... Hari ini kantor saya sudah tesmi d tengah kota macet Jakarta Ria.... Antara sedih dan senang. Sedih karena harus berangkat lebih pagi dr rumah untuk mengejar kereta (jadi waktu berleha2 dengan anak pun akan berkurang). Senangnya adalah karena bisa pulang bareng suami berkereta senja. Ahahahahayyy...
Kembali soal pindahan, hal-hal yang kurang penting akan saya tulis disini terkait persiapan sebelum pindahan (tetap keukeuh pengen nulis walaupun ga penting2 amat,hahaha)
1. Pastikan sarapan sebelum pindahan (akibat sarapan yg tdk maksimal, saya nyaris pingsan karena terpaksa menunggu makan siang sampe jam 3).
2. Instead of boxes, if you have suitcase, it's better to use it. Kotak itu bisa aja muat banyak tapi giliran mau diangkut, tetap butuh 2 orang buat angkat (kecuali ada trolley)
3. Labeling is important. Pastikan menulis apa yg ada di dalam kotak/kantong kresek/tas
4. Ramah lah seorang terhadap yang lain. Dengan bersikap ramah,kita akan lebih mudah mendapatkan bantuan dr orang lain (mereka akan segan menolak karena kita ramah). Ini rada maksa sih. Hahaha

Ke 4 poin di atas yang paling diingat terkait pelajaran pindahan kali ini. Will remember today's moving in and out to Sungai Gerong office.

Wednesday, 3 June 2015

Pada bantaran kali Cisadane

Resminya tinggal di kota Tangerang kurang kebih 2tahunan ini. Sebenarnya srjak tahun 2009 sudah bekerja d Tangerang tapi tidak terlalu tahu banyak tentang kota ini.
Yang paling diingat dari kota ini adalah banyaknya Lapas (estimasi kasar sekitar 7 atau 8 atau lebih?). Selain banyaknya lapas dengan tipe yang beragam, kali Cisadane adalah salah satu ikon yang tersohor. Baru baru ini adalah festival perahu naga di kali Cisadane. Momen perayaan Cap Go Meh di kali Cisadane juga ramai dikunjungi warga.
Rumah kami selalu melalui bantaran kali ini. Sepanjang melintasi kali, tampak bentukan taman dan jalan setapak yang sudah tak teraeat. Ternyata benar, menurut cerita orang yang dapat dipercaya (suami sendiri), sekitar tahun 90an, sepanjang kali ini cukup tertata rapi. Selain taman dan pepohonan, ada pula jalan setapak sehingga kali ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan warga yang murah meriah. Entah mengapa sekarang bantaran kali itu tidak tampak seperti cerita masa lalunya.
Apresiasi tinggi saya haturkan kepada Pemkot Tangerang yg mulai terlihat bebenah untuk mempercantik kota. Semisal dengan adanya Skate Park di depan Yuppentek tempat saya nunggu angkot Karawaci, taman Cikokol, lalu taman yg tidak namanya apa tapi nampak patung-patung superhero terpancang di situ (masih sekitar cikokol).   Saya pikir, bisa saja bantaran kali Cisadane yang di sekitar jembatan Lio Baru (sepanjang jln. Daan Mogot) juga akan dipercantik. Semoga pikiran ini benar.

Tuesday, 2 June 2015

Sapardi Bercerita

Hal menarik ditemukan saat saya membaca koran tertanggal kemarin. Hanya sebuah jurnalistik foto tanpa artikel. Judul foto tersebut adalah Sapardi Bercerita. Keterangan foto itu :
Sastrawan dan seniman Sapardi Djoko Damono bercerit tentang duni sastra di Indonesia beserta kehidupan-kehidupan sastra kepada sejumlah mahasiswa dari sejumlah kampus di Bandung saat acara Lego Ergo Scio di Kotabaru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (30/5). Sapardi mengatakan, hanya media massa cetak di negara inilah yg paling banyak memberi ruang sastra dibandingkan dengan media cetak negara lain di Asia Tenggara sehingga tempat menulis sastra di Indonesia lebih leluasa. Dia juga bercerita tentang era dunia maya pun berkontribusi besar dlm memberi ruang lebih dan mengembangkan dunia sastra bagi kalangan muda.
Setelah melihat dan membaca, ingatan pun terbang ke masa sekolah dimana pelajaran bahasa Indonesia masa itu mengharuskan saya mengenal judul sastra terkenal Indonesia beserta pengarangnya (ada bagian2 era yg saya juga lupa itu apa semua). Sebut saja Layar Terkembang karangan... (Lupa), Belenggu karangan.... (Lupa), Siti Nurbaya dll. Jadi penasaran, cerita nya itu tentang apa ya? Waktu sekolah hanya disuruh apalin judul dan nama pengarang tp ga disuruh baca...
Jadi pengen baca buku2 tersebut. Kira-kira bisa dapat di mana ya? Di dkt stasiun kereta UI mungkin... Next time kalau mau ke rumah emak, saya akan mampir ke sana. Kalau ada yang tahu, mungkin bisa info.

Monday, 1 June 2015

Budaya Membaca

Seorang teman memperkenalkan aplikasi bernama Balto Speed Reading. Aplikasi ini membantu kita pembaca utk membaca secara cepat semua tulisan baik artikel, jurnal yang bejubel. Sederhana pemakaiannya, cukup download aplikasi ini, dan jika ingin dipakai cukup open with Balto Speed Reading. Tampilan screen anda akan memberi penanda point2 penting tiap kata per kalimat nya, plus penyesuaian speed manakala akan mengganti point kata tersebut.
Sebagai seorang beginner speed reader, aplikasi ini cukup membantu. Teknologi memang didesain untuk mempermudah segala kegiatan manusia di muka bumi ini.
Membaca cepat dan lambat sama sama berguna. Butuh membaca cepat untuk mereka yg tidak punya cukup waktu. Membaca lambat untuk mereka yg ingin meresapi sebuah tulisan. Poin pentingnya adalah manakala membaca adalah sebuah hobi/minat, dan bahkan menjadi sebuah kebutuhan.
Jadi untuk anda sendiri, suka membaca cara cepat atau lambat? :)