Thursday, 21 September 2017

The Weirdest Bed Time Story So Far :D

Ini cerita tentang anak gw, Terra namanya. Oiya, nama blog ini ada nyerempet2 nama dia karena emang awalnya dibuat untuk mengisi waktu luang Si New Mom (ya eike maksudnya) semasa merantau di Melbourne bersama keluarga kecilnya, jadi sudah ditebak lah ya awal2 cerita di blog ini seputar kegalauan dan kebahagiaan si mama muda dalam mengurus anak bayi nya (dan sebagai istri juga sih - walaupun seinget gw gak banyak cerita tentang my husband and I).

Anyway, Terra is no longer a baby. She's 5 years old now, a kindergarten student, a cute and berisik kind of girl. Cukup banyak yang berubah di dia, terutama terkait dengan bagaimana dia akhirnya mau menerima lingkungan/ orang yang baru dikenalnya. Dari sekian banyak yang berubah, tetep aja masih ada kebiasaan yang masih dibawa olehnya dari jaman dia bayi, yaitu minta dibacain buku cerita.

Dia gak begitu rewel mau baca buku apa (lebih tepatnya buku yang pengen dibaca ya itu2 aja). Malah kecenderungannya dia bisa menghapal cerita (literally word by word saking bukunya sering dibaca). Yah bukunya tentunya buku dongeng anak2 yang ceritanya pendek2 ya, anak gw gak secanggih itu kok menghapal buku setebel kamus, hehee.

Tetapi ada yang berbeda dengan dua hari lalu, dia minta dibacain buku yang gw baca. Baca: buku orang dewasa. Eaaa buku apakah itu? Jangan2...

Nggak, buku yang gw baca gak 'berat', buku humor karangan Raditya Dika. Semingguan ini gw addict baca buku2 dia. Semuanya berawal dari gw nemenin Terra ke perpus gereja untuk pinjem buku. Saat Terra asik melihat-lihat buku untuk dipinjam, gw melirik rak buku untuk kategori umum, dan muncullah buku Radikus Makankakus nya Raditya Dika. Rada penasaran juga sih dengan buku2 tulisannya dia karena my husband once told me that he died laughing because reading Kambing Jantan, his first book (kalo gak salah).

Benar aja, asli lucu. Buku itu habis dibaca dalam 2 hari (padahal biasanya gw paling lama baca buku, soalnya dibaca ulang, dihayati, dan akhirnya gak dilanjuti, hahaha). Tiap berangkat ngantor ngantonginnya buku, di TransJakarta baca, di kantor sebelum jam 8 pagi baca, pas ngangkot pulang juga baca. Untung gw pake masker jadi kalo ngakak gak malu2 amat, ketutupan sama masker.

Melihat kesukacitaan gw akan buku itu, Terra pun jadi penasaran dan ngotot minta dibacain buku itu menjelang tidur. Setelah berargumen, akhirnya gw pun membacakannya buku Kambing Jantan. Bingung mau baca kayak gimana secara bukunya banyak kata2 vulgar, jadi hampir setiap kalimat gw parafrase in (ya kan gak mungkin kata2 macem "kamar gw sekarang udah bau kura-kura", "gw mo latih kucing gw supaya boker dari jendela apartemen").

Tapi tetep pun kalau sudah diganti kalimatnya, itu tetap lucu ceritanya. Seperti cerita tentang Dika yang teringat akan binatang peliharaannya Si Bleki. Kata-kata kiasan seputar toilet jokes, walapun dilapis dengan bahasa sopan, tetep aja bikin ketawa. Ketawa gelinya Terra itu sampe geliii banget yang gak putus2 suara ketawanya. Nahh, kalau malam hari dengar ketawa anak kecil rasanya kayak gimana ya kaan.. Hahahaa.

Jadilaha cerita humor segar dan konyol ala Raditya Dika ini menjadi the weirdest bed time story so far for Terra. :D

*akhirnya mulai nulis blog lagi, thanks to Kambing Jantan yang membangkitkan semangat blog di masa2 rempong sebagai emak2 ini. :)

Friday, 22 April 2016

Spectre

Hal yang paling menghiburkan adalah manakala saya dan suami tersayang menikmati waktu berduaan kami sambil menonton film kesukaan di rumah DAN mulai mengomentari film yang ditonton. Sebenarnya suami saya ini penikmat film yang gak demen kasih spoiler atau ngobrol2 sepanjang film berlangsung. Jadi ingat waktu pertama kali kami nonton bareng waktu masih muda dulu, saya sibuk bertanya ala anak komunikasi (rumus 5W1H), dan dia tegur saya habis-habisan karena perbuatan saya mengganggu ketertiban umum (dan ketenangan jiwanya juga).
Cuma, kali ini kami (dia, lebih tepatnya), agak sedikit iseng ngomentarin film SPECTRE nya James Bond (selain komentarin James Bond yang kudu ada sisipan romantismenya itu).

  1. Saya : Dy, kenapa sih film2 James Bond kudu lama di awalan, ada kali 10 menit sendiri sebelum judul ditayangkan. Trus lagunya soundtrack nya full dibunyiin diawal film?                 Suami : Iya yak. Ngantuk juga ya (padahal yang ngajakin dan mandan antusias ya dia. Tumben)
  2. Saya : Dy, itu yang cewek sempet2nya nge blow rambut di kereta pas dinner. Baru juga berangkat siang, malemnya udah dinner bareng James Bond. Suami : hhehe. Itu James Bond ganti-ganti jas mulu, tas nya kecil padahal. 
  3. Saya : Dy, itu ceweknya ganti2 bajunya juga. Sepatunya juga. Diitung-itung ada 3 pasang sepatu selama dua hari. Mana high heels semua. Sama ma James Bond, tas nya kecil juga. 
  4. Suami : aku heran sama kaum cewek ini. Itu high heels begitu dibawa jalan di gurun sama jalan berbatu, gak takut kesangkut? Saya : aku pernah  kayak gitu, dy. Makanya sampe sekarang ogah pake hak tinggi. 
  5. Suami : tuh, iklan lagi iklan lagi (yang pernah nonton seri Bond pasti ngeh). 
Ya sudah, disudahi saya celotehan malam ini. Moral storynya semoga dapet, ialah bahwa dalam sebuah hubungan, perlu lah dihiasi dengan tindakan jayus macem gini.


Wednesday, 6 April 2016

Stop multitasking, start prioritising (bagi yang mo nyoba aja)

Suatu hari meeting dengan bos di sebuah cafe, waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Tidak ada pilihan bagi pekerja part time seperti saya untuk membawa anak ke meeting hari itu (tentu saja dengan sepengetahuan si bos). Segala perlengkapan meeting dan mainan si anak pun dibawa sehingga dia tidak ngerecokin mamanya.
Singkat cerita si anak cukup bertahan satu jam dengan pensil dan kertas-kertasnya. Selebihnya, dia sibuk narik-narikin baju emaknya minta keluar dari tempat meeting. Sudah coba dialihkan dengan mainan yang lain, dan hasilnya malah makin gak konsentrasi dengan omongan si bos.
" It's ok, Liza. Yah begitulah 'seni' nya jadi seorang ibu ya, Liza. Kamu bisa menyimak diskusi kita sambil cari cara supaya bikin anakmu tenang. "
Begitu kata si bos yang kebetulan seorang ibu rumah tangga. Yah kami senasib memang (bedanya dia sudah jadi bos sukses, saya baru dalam proses menjadi bos sukses. Hahaha).  Gak tau itu sindiran atau nggak, tapi saya bisa lihat tatapan melasi yang dia luncurkan ke saya. Makasih, bu atas pengertiannya.
Cerita sederhana tentang mengerjakan dua hal di saat yang bersamaan ini mungkin gak seberapa. Masih banyak kejadian luar biasa lain yang sering kita alami (mostly happens to mommies). Kerja sambil nyuapin anak, masak sambil diteleponin client Belum lagi soal kerjaan di kantor. Kita lagi kerjain A, tapi bos bilang butuh segera kerjain yang B, dan teman kerja dengan galaunya minta dibantuin kerjaan C, dst.
Ada penelitian yang menyebutkan bahwa hanya 2% dari pekerja mustitask yang sukses dikerjakan dan produktivitas menurun 40% saat dikerjakan mutitask.
So, bagi yang mau coba, stop mutitasking, and start prioritising. Kalo ada yang mo coba aja. Kalo yang masih mo multitask, ya monggo, karena menurut gw, sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui (tapi terlambat nyampe!)

Friday, 1 April 2016

5 funny things I remember about you

Sudah jadi tradisi untuk nulis blog setiap malam tanggal 31 Maret 2016. Hari ini tepat 6 tahun berpulangnya papa. Malam ini mau tulis yang lucu2 tentang papa ah. Ini mo bikin kuis2 an dulu.

  1. Kebiasaan papa yang nurun ke aku : kalo makan, jempol kiri berfungsi jadi garpu buat nadahin makanan supaya gak jatoh2 saat disendokin :)
  2. Kata-kata yang sering diucapin papa yang paling males gw denger : "ah, susah itu.." Apalagi waktu gw minta ijin kerja ke NTT, ucapan itu yang sering banget dia sebutin. AAAHHHH... :)
  3. Buah kesukaan yang cara makannya rada aneh (menurut gw) : mangga di iris2, terus dicocolin garam. Mangga udah asem, dicampur asin. 
  4. Penyanyi favorit : BROERY MARANTIKA. Sampe gaya nyanyinya juga ngikutin dia. Mungkin karena berasa sama2 orang Ambon, jadi ngerasa suara beda tipis. HIHIHIII :)
  5. Papa bukan humoris, tapi dia paling seneng kalo denger jokes menado yang dibuat sama Hembo. HUAHAHAHA. Papa bisa minta ulang-ulang ceritanya. 
Kalo ada yang lucu2 lagi nanti mo ditambahin, ah.




Tuesday, 29 March 2016

Si emak blogger yang #BahagiaDiRumah

Sebagai bagian dari orang yang tergolong ESFJ , menjadi ibu rumah tangga dengan sedikit waktu untuk bersosialisasi adalah hal yang menantang sekali. Sedikit cerita tentang ESFJ, ESFJ adalah salah satu dari 16 personalities yang dikembangkan oleh Myers-Briggs (mungkin ada yang pernah dengan test personality MBTI). Extroversion, Sensing, Feeling, Judging. Itulah kurang lebih singkatannya. Sederhananya, kepribadian saya adalah orang yang suka bersosialisasi dengan orang sekitar, mengandalkan data dan observasi dalam berpikir, decision making based on feeling, dan suka akan keteraturan (organized).

Saya sebut menjadi ibu rumah tangga dengan sedikit waktu bersosialisasi (karena kudu stand by di rumah dengan segala urusan kerumahtanggaan dan anaknya) menjadi hal yang menantang karena sifat "E" nya saya itu (extrovert). Agak galau kalau sudah selesai semua pekerjaan rumah di pagi hari. Mau bikin apa lagi? Duh, saya kangen ngobrol2 dan diskusi dengan teman kerja, lunch di luar kantor, nongkrong2 afterwork dan sebagainya.

Anyway, pilihan sudah diambil. Saya pun siap dengan segala risikonya. Hari ini tepat sebulan sejak saya tinggalkan kantor dengan segala hiruk pikuknya. Dengan semangat membaja, ada serangkaian rencana yang sudah dibuat untuk mengisi waktu selama menjadi ibu RT (supaya emak yang satu ini gak galau :) ).

Jadi metamorfosanya adalah sebagai berikut :
1. Tidak punya pemasukan tambahan dan mengandalkan single income dari suami mengharuskan saya untuk lebih berhemat mengatur keuangan keluarga. Yah, konsekuensinya sih masak tiap hari, dan memang jadi lebih hemat sih. Jarang makan di luar (kecuali weekend, saya off dulu jadi koki. Hahaha).

2. The best part adalah saya dapat melakukan apa yang sudah diimpikan sejak dulu, menekuni isu seputar life-long learning, dengan fleksibilitas waktu bekerja tentunya. Ini salah satu dasar saya resign dari kantor sebenarnya. :)
Jadi, setelah PR selesai di siang hari (yaitu masak, nyuci, antar jemput anak ke sekolah, dan kegiatan kerumahtanggaan lain), saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk kontemplasi untuk menuangkan ide di blog. Bahasan di blog lebih kepada mengangkat isu seputar pendidikan bagi anak-anak sekolah dan guru-guru, serta mengkonsep proyek taman bacaan di komunitas yang membutuhkan.

Nah, lalu dimanakah kegalauan saya untuk bersosialisasi itu terobati? Tentu saja dengan sharing ideas dengan orang-orang terdekat seputar misi ini. Saya berterima kasih kepada teknologi yang bisa mempermudah komunikasi. Jadi tidak perlu bertemu secara fisik, tapi komunikasi lewat email, whatsapp, dan telepon membuat kegalauan si extrovert terobati.

Event NOVAVERSERY sendiri sudah pasti menjadi trigger tersendiri bagi saya dan fase terbaru ini. Saya percaya kekuatan menulis, bahasa tulisan, dan publikasi akan nilai-nilai hidup yang positif akan memberi warna bagi siapa saja yang menikmatinya, baik itu si penulis maupun si pembaca. Tulisan inspiratif dari Tabloid Nova sudah dinikmati selama 28 tahun, dan akan terus dinikmati dan dinantikan bagi pembaca setianya.

Mari menulis dan berbagi insipirasi, Tabloid Nova.

Tertanda
Emak blogger yang #BahagiaDiRumah
:)

Wednesday, 23 March 2016

Pak Udin Becak

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi dan saya masih sibuk suapin Terra sembari gantiin bajunya. Kami harus ke sekolah setidaknya jam 9.15 karena perjalanan memakan waktu kurang lebih 25 menit. Biasanya kalau masih banyak waktu, kami terbiasa berjalan kaki dari rumah ke jalan raya depan (sekitar 1 km). Itung-itung olahraga. Jalan ke depannya itu sendiri memakan waktu paling lama 15 menit. Terra juga suka jalan kaki (walaupun di tengah perjalanan minta digendong).

Kalau di kota besar peak hours karena macet itu di pagi hari (misal three-in-one start jam 06.30 sampe 10 pagi), ya kurang lebih sama lah dengan keadaan di rumah. Setelah menjadi ibu rumah tangga ini, justru rush hour nya berasa banget. Kudu bangun pagi dan buru2 ke warung sebelah membeli sayur dan lauk pauk. Selepas suami pergi kerja, segeralah berkutat di dapur. Jangan ditanya bagaimana dengan Terra di pagi hari, karena kalau tidurnya cukup di malam hari dia sih asik2 aja kalau main sendiri di pagi hari. KALAU dia masih ngantuk, wahhh challenge banget itu. Mau masak tapi si anak minta ditemenin bobok di kamar. Para ibu pasti mengerti dilema yang satu ini.

Sama kejadiannya dengan pagi ini, perhitungan masak-masak saya meleset karena ke warung terlambat. Eh jangan khawatir mak Terra, kamu kan punya nomor telepon abang becak yang mangkal di jalan raya depan sana. Segeralah saya cari nomor abang becak. Saat di telepon, dia gak angkat. Haduh, bakal telat dah ini anak.

Waktu menunjukkan 9.20. Terra sudah selesai makan. Kami pun segera siap-siap keluar rumah. Eh, tiba-tiba telepon berbunyi tapi dari nomor yang tidak dikenal. Setelah telepon diterima, barulah diketahui ternyata bapak Udin yang dinanti-nanti telepon balik. Segera saya booking si abang tukang becak ini.

Ya betul, pak Udin punya dua nomor telepon. Canggihnya. Dia sadar akan kebutuhannya sebagai seorang tukang becak (bukan online) yang banyak pelanggan.

Hari ini Jakarta punya cerita heboh dan miris. Demo dari paguyuban pengemudi pangkutan darat (volume terbesar dari taxi). Demo nya sih gak apa2 menurut saya, wong itu sebagai wujud demokrasi. Mirisnya adalah saat mengetahui demo ini diembel2i dengan aksi timpuk sana sini yang membahayakan penumpang dan supir yang masih mau bekerja, mengganggu ketertiban umum, dan merusak transportasi itu sendiri bahkan lingkungan tempat para pendemo beraksi (tukang taman sampe ribut karena tamannya rusak, kasihan kan..).

Kalau inget perkataannya si tikus jago masak saat berdebat dengan ayahnya di film Ratatouille, "change is natural" , kurang lebih begitulah yang terjadi sekarang. Transportasi berbasis online menjadi alternatif lain yang digunakan customer adalah sebuah hal yang bisa ditebak pasti terjadi karena jaman berubah, teknologi sudah maju, kreativitas menghasilkan hal-hal seperti ini. Ya seperti si pak Udin abang becak ini. Dia gak lagi nongkrong di pangkalan becak. Dia jemput bola, sebarin nomor teleponnya (kalau dia canggih bisa bikin aplikasi online juga pasti dia ikutin jejak gojek).

Saya gak mau ngomongin gimana solusi kedua belah pihak (transport konvensional dan transport online) karena itu berat dan panjang, saya cuma mo bahas kekaguman saya dengan PAK UDIN BECAK (begitu namanya tertulis di contact name hape saya).



Monday, 21 March 2016

Mantau Hujan

"Ma, ada air masuk rumah kita", seru Terra tadi siang jam 11.30. Mamanya yang lagi asik selonjoran sehabis beberes rumah langsung berdiri. Air masuk perlahan dari teras rumah, sementara air di depan jalan sudah menggenang cukup tinggi. Wah, ini bakal seperti kapal Titanic kah? Sejenak kepikiran kayak gitu, eeh ternyata enggak, airnya perlahan lahan tapi pasti kok masuknya. Ya tapi itu, masuk broh!. Segera Terra diinstruksikan untuk mengambil posisi patung di atas sofa, sementara mamaknya segera mencabut colokan2 yang ada di rumah, serta melipat karpet dan pritilan mainan si anak yang berarakan di lantai tempatnya bermain.

Kamar mandi. Iyak kamar mandi kudu dipantau juga nih. Eh beneran, air hampir semata kaki di kamar mandi. Botol pembersih lantai sudah terapung di lantai kamar mandi. Air ini disinyalir berasal dari lubang pembuangan kamar mandi. Yowis, mamak pun sigap tutup lubang air dengan ember guede nan berat.

Anak di ujung rumah memanggil mamanya, mamanya nimbain air di kamar mandi. Tetangga depan rumah sudah memanggil "Mama Terra, air sudah sampe mana?" Luar biasa kejadian siang ini.

Singkat cerita, air surut satu jam kemudian. Air sudah dibuang2in, lantai sudah dipel. Mamak pun selonjoran lagi. Terra pun bertanya " Ma, banjir ya tadi? Terus kita gimana?" Mama pun menjawab "Iya, Terra. Tadi banjir. Tapi sudah gak lagi kok." Dua kali dia tanya "Terus kita gimana?" Mamanya menjawab "Ya gak gimana2 Terra. Kita gak bisa menolak fenomena alam ini"

Asli ini jawaban sok bijak banget. HAHAHAA.

Sore ini, gerimis sedikit sedikit datang dan pergi. Jadilah kali berdua mantau hujan di depan rumah. Hujan, datanglah jika kamu mau datang. Cuma kalo bisa jangan lama2 ya.

Ya begitulah cerita hari ini.

Tuesday, 1 September 2015

Nama panggilan

Tertarik untuk menelusuri nama panggilan yang beredar dipasaran akhir2 ini. Dari jaman dulu juga seru sih kalau denger ada nama panggilan yang berbeda2 baik di kota besar maupun pedesaan, di lokal maupun di luar sana.

Kalau di Palembang, ada sebutan Yu' untuk memanggil kakak perempuan. Berasal dari kata Ayu artinya perempuan cantik. Betapa nama panggilan itu bukan sekadar nama panggilan, tapi berusaha mengangkat martabatnya/ memuliakannya (asedapp bahasa gw). Seharusnya nama panggilan memang digunakan untuk hal yamg positif, bukan untuk merendahkan orang lain.

Tanpa bermaksud untuk membuat tulisan menjadi sok dalem, it's now the fun part!
Silakan isi titik2 di bawah ini, kira2 kalau nama panggilan ini ditemui di mana.

1. Mampir dulu, Kakak. Dilihat dulu aja gak apa2, Kakak. : ...........
2. Pagi, Bunda. Boleh lihat di sini dulu, Bunda. Ada promo cuma berlaku bulan ini untuk adik cantiknya. : ............
3. Agan agan serta aganwati, monggo mampir dulu di lapak ane. : .............
4. Bro sist, tunggu upload an foto2 dari aku ya. Cek timeline. Makasih. : .........
5. Ini aja, Ma. Ada yang lain lagi? Yang ini masih segar loh, Ma. : ..........

Kalau ada yang mo nambahin, gak apa2 juga. Buat seru2 an aja. Hehehehe.b

Thursday, 13 August 2015

Krisis Air

Warga kota Tangerang yang memakai sarana air PAM sedang galau selama kurang lebih 5 hari yang lalu. Musim kemarau saat ini (dampak El Nino juga, berdasarkan ulasan yang dibaca dari koran), menyebabkan air sungai Cisadane mengering.
Beruntung ada tetangga yang baik hati mengijinkan kami (dan tetangga2 lainnya) untuk mengambil air dari rumahnya (karena dia pakai air sumur).
Berhemat air mengingatkan saya pada pengalaman di kapal US Tarakan. Waktu itu dalam misi disaster relief kerjasama HopeWW dan USNS Mercy Ship (hospital ship milik Navy Amerika), proyek yang bernama Pacific Partnership ini berkeliling Indonesia bagian timur dan sederet wilayah lain di Asia Pasifik. Kapal pelengkap yg kami tumpangi yaitu Tarakan ini punya sederet rules yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah berhemat air saat mandi. Sang kapten kapal mewanti wanti kami untuk mandi selama 90 detik. We called it Navy Shower. Diawali dengan guyuran singkat, langsung basuh dengan sabun, lalu guyur lagi sebagai finishing. Coba saja kalau lebih dari 90 detik selesaikan mandi, air otomatis mati!
Dalam kondisi ekstrim spt yang terjadi sekarang ini sebenarnya adalah pemantik manusia untuk kreatif. Ini terjadi alamiah. Ayok hemat2 air, let's do Navy shower!

Saturday, 11 July 2015

Potongan rambut ke 2 dalam 3 tahun

Akan dicatat hari ini, dimana Terra bersedia dipotong rambutnya setelah sekian lama dibujuk oleh siapa saja karena gak mau rambutnya dipotong. Kalau diingat2, ini adalah potongan rambut ke 2 selama 3 tahun. Sejak lahir tidak pernah dipotong (emang rada beda ini, kami enggan mengikuti budaya Indonesia kebanyakan dimana saat lahir anak sebaiknya dipotong rambutnya). Potongan rambut yang pertama adalah ketika dia berumur hampir 2 tahun. Itu juga yang potongin rambutnya orang rumah (orang yang dikenalnya, lebih tepatnya). Papa nya, plus cheerleader mama nya dan om nya. Kali ini yang eksekusi adalah mama dan oma nya.
Sebenarnya ini berawal dari antusiasme nya akan pelajaran menggunting. Sudah 3 hari  terakhir dia senang sekali belajar menggunting. Pelajaran menggunting mulai diperkenalkan saat dia berusia 2 tahunan, hanya waktu itu motorik halusnya belum begitu sempurna jadi sebatas 1 cut doang. Sekarang dia sudah bisa menggunting cukup lama. Tadi pagi dia gunting kertas pakai gunting plastik nya. Tidak puas karena itu bukan 'gunting beneran', dia minta ijin dipinjamkan gunting. Saya mengijinkan karena dia menggunakannya atas pengawasan saya, dan dia sudah tahu rules scissors are sharp. Alert system nya cukup akurat, jadi saya beri dia gunting. Setelah menggunting sekian banyak kertas dan koran lama, dia mulai menggunting plastik. Nah, kali ini tidak tahu ide dari mana tiba2 dia mengambil sedikit rambut di sebelah kanannya. Rambutnya cukup panjang jadi dia ambil ujung nya. Saya membiarkannya melakukannya. Entah ide gila dari mana ini saya tega bairin anak main gunting. Kalau mama saya lihat kejadian ini, pasti saya yang dimarahin.
Lalu saya tanya dia " Terra mau ngapain?" Dia bilang " Mau gunting rambut." Ahhh, setelah sekian lama menolak digunting rambutnya termasuk menolak diajak ke salon, hari ini saya mendengar ini anak mau gunting rambutnya. Dan entah kenapa jawaban saya "Potong hati2 ya. Sedikit aja. Nanti mama rapihin ya". Selama kurang lebih 4 menit dia serius dan perlahan menggunting ujung rambut sebelah kanan dan kirinya, dan saya tetap mengawasi.
Ini kalo ada yang baca terus maki2 saya knapa jadi orang tua ngebiarin anak gunting rambutnya sendiri, ya gak papa.
Setelah kejadian ini, bagian ngerapihin rambut adalah saya dan omanya. Lucu sih kejadiannya, sembari ketawa2, sedikit lari2 karena anaknya gak mau diem, ditambah kami tidak punya bakat kerja di salon.
yah, not bad lah ya, nak. Kamu kelihatan lebih segar dengan rambut pendekmu. Udah gak jadi Elsa nya Frozen lagi. Ini jadi Lola di kartun Charlie and Lola.

Tuesday, 7 July 2015

Ada ide.

Tulisan beberapa waktu lalu berjudul "Ada ide?" kali ini hampir sama dengan perbedaan pada tanda baca. Pemikiran singkat aja seputar ide apa yang menarik yang seru juga kalau diwujudkan. Tema random.
1. Email disertai voice note. Jd kl ada email yg important, ada pilihan voice note yg lbh mempertegas urgensi email. Pernah ngalamin gregetan karena email tidak direspon2? Seru kali kalau email kita bisa berbicara. Secara harafiah bisa berbicara mengeluarkan suara. Jadi kalau whatsapp atau bbm bisa send voice note, seharusnya email juga bisa.
2. Kurir antar parcel lebaran. Gegara bingung mo anter parcel kue kering gmn, jd pgn ada jasa layanan antar barang bs ad program khusus antar parcel kilat dan dijamin tiba dtempat dlm keadaan baik.
3. Toko recycle store. Konsep bukan baru. Semacam "Savers" nya Melbourne. Toko jual barang layak pakai. Silakan donasiin baju, buku, peralatan memasak, barang elektronik d toko ini. Nanti ada divisi lain yg filter apakah ini barang layak pakai or gak. Trus ad divisi yg clean up or wrap bila perlu, supaya bs ada nilai lebih dan org mau beli. Tar donatur setia bs dpt diskon kl mau beli dsana. Bagi orang yang hobi belanja tmdan sadar barang2nya udah numpuk ga jelas, konsep ini bagus bgt. Inget bahwa ini donasi, jd gak ambil untung. Beda ma garage sale. Hal beri barang cuma2 udah lumrah banget d Melbourne, yg ngasih gak ngerasa rugi, yang nerima ga ngerasa terhina. Asik2 aja. Namanya jg recycling.
4. Emang utopis sih ya kalau mengharapkan angka kriminalitas di perkotaan (dan pedesaan) hilang tak berbekas. Sewaktu kuliah sempat berkhayal dan sampe mimpi, waktu nonton acara Patroli (acara berita seputar kriminalitas), si pembaca berita tidak punya berita untuk dibagikan kepada pemirsa. Jadi, setelah si pembaca berita menyampaikan salam awal, tiba2 dia terdiam karena teleprompter tidak menampilkan berita apa2 untuk dibacakan. Jadinya acaranya selesai. Trus sekarang yang lagi marakya acara "86", si pak polisi nganggur aja di mobil patroli. Semua orang tertib berlalu lintas, tidak ada yang nongkrong2 di pos kamling dan berjudi togel. Jadinya si pak polisi bikin acara sendiri, yaitu silaturahmi ramadhan. Indahnya....

Tuesday, 30 June 2015

Sosok

Sosok adalah salah satu fitur favorit saya setiap kali membaca koran harian Kompas. Rubrik ini berisi profil perorangan (terkadang beberapa orang), orang Indonesia (jarang menampilkan profil orang asing), yang melakukan sesuatu yang bernilai bagi bidang pekerjaan/keilmuwan yang digelutinya, maupun komunitasnya. Bisa dari kalangan olahragawan,  ilmuwan, negarawan, aktivis lingkungan, pekerja seni, petani, petugas penyuluh kesehatan daerah terpencil,dan sebagainya, dari seluruh penjuru bangsa ini. Kadang saya berpikir, ini kontributor atau wartawan Kompas bisa nemu orang2 ini dari mana ya? Radarnya bisa luas sekali hingga mampu menjaring orang2 berpengaruh seperti mereka. Itu pikumiran pertama. Pikiran kedua adalah, ini manusia2 yang tertulis di profil ini ga pernah diulang ulasan profilnya sepanjang saya membaca. Berarti Indonesia ini masih dipenuhi manusia2 yang mau berbuat sesuatu yang bermakna untuk hidupnya dan lingkungan sekitarnya. Ini kabar baik bagi masyarakat, mengingat tidak sedikit orang yang pesimis dan apatis dengan kondisi umum negara. Jadi, gak perlu ngejelekin pemerintah or underestimate bangsa ini. Di sudut negeri ini, ada seseorang yang masih berdiri dan mengusahakan kesejahteraan untuk negaranya. Mungkin mereka gak berpikir besar sampe ngubah negara sebesar Indonesia (apalagi ngubah pemerintah kita), tapi mereka sudah bertekun untuk memajukan lingkungannya sesuai dengan apa yang mereka bisa.
Berharap kisah2 mereka bisa menjadi rangsangan baik untuk berpikir positif dan kreatif.
*Tulisan terakhir #NulisRandom2015 ini dibuat sebagai ucapan selamat ulang tahun ke 50 untuk koran harian Kompas.
Proviciat, Kompas.

#Hut50Kompas
#NulisRandom2015selesai

Pelajaran Bahasa Indonesia tingkat lanjutan

Hari ini ada beberapa kosakata bahasa Indonesia yang baru diketahui definisinya itu apa. Daring adalah singkatan dari Dalam Jaringan. Gawai, kata yang secara konsisten dipakai oleh harian Kompas dipakai dalam waktu terakhir ini mau ngomong in gadget. Ini sih uda tahu. Tapi saat iseng nge cek di kamus besar bahasa Indonesia, artinya agak gak sinkron sama gadget.
gawai 1/ga·wai / n kerja; pekerjaan;

Contoh penggunaannya adalah pada kata pegawai.

Ini adalah salah satu kata yang bikin prnasaran (dari sekian banyak kata kata bahasa Indonesia).


Sepertinya perlu ada pelatihan mahir Berbahasa Indonesia tingkat Lanjutan. Singkatannya kalo di bahasa Inggris in  AILC ( Advanced Indonesian Language Course). 

Monday, 29 June 2015

Terima - kasih receh

Pemandangan di jalan raya tadi sore sembari nunggu lampu ijo nyala cukup menarik. Saya dan suami jadi ngebahas hal nya dengan cukup serius. Kok jadi sok pemikir gini ya? Hahha, yah namanya juga naluri manusia yah, ngalir aja gitu.
Jadi tadi ada anak kecil yang 'pekerjaan'nya meminta2 di jalan. Anak lelaki usia sekitar 10 tahun (perkiraan saya) ini mendatangi para pengemudi kendaraan bermotor dengan berbekal amplop kecil. Bukan pemandangan yang baru. Yang menarik perhatian saya adalah manakala salah seorang bapak bermotor memasukkan uang kertas dua ribu rupiah didalamnya. Dia tidak terlalu memasukkan uang derma nya kedalam amplop makanya saya bisa bilang nominal uang yang diberinya. Setelah si anak ngider, dia menghampiri motor si bapak dan berlalu begitu saja sesudah mengambil uang dari dalam amplopnya dan sibuk mengambil amplop2 yang lain. Tampak wajah si bapak yang sedikit bingung dan kembali menatap lampu lalu lintas untuk ambil ancang2 hendak laju. Pikiran yang terlintas di benak saya, kenapa juga si bapak ngasih uang ke anak itu? Bukankah dengan memberi kita memberi kesempatan pada mereka untuk bermatapencaharian yang tidak semestinya mereka lakukan (mereka masih anak2 dan usia anak2 tidak seharusnya bekerja). Meminta minta di jalanan bukanlah lahan untuk mencari pekerjaan.

Bagi beberapa orang yang beranggapan lain karena melihat permasalahan memberi sedekah dijalan dari sisi 'nilai' yang diberi. Pemikiran ke dua ini adalah, bahwa seandainya receh ini tidak akan menjadikanmu miskin saat kau memberi, maka berikanlah pada yang meminta2. Kurang lebih begitu kesimpulannya. Perspektif nya berbeda dan sah aja menurut saya.
Nah kembali soal kisah si anak yang pergi saat diberi uang oleh si bapak bermotor, saya jadi berpikir, ini nilai  "terima kasih" saat engkau meminta sudah luntur kah dinaluri anak ini? Apakah dia hanya meminta sebatas meminta saja? Lantas jika sudah diberi, yah lucky me and let's get more money?
Wah wah. Jika ada orang yang berkata berilah dan jangan mengharap balas, saya sepakat Tapi jika sekedar berharap perkataan terima kasih ingin didengar, bagaimana? Semata2 agar sebagai manusia beradab kita bisa saling menghargai satu dengan yang lain.

Maen adonan versi baru

Udah pernah main dough yang gak pernah terurai? Kalo udah berarti saya yang telat tau nya. Hahahaha. Malam ini, disela2 Terra asik main dough, om nya datang dengan membawa mainan untuknya. Bentuknya segumpal dough tapi saat ditarik, dia malah elastis dan gak bisa terbagi. Wawww ajaib. Hehehehe. Norak deh emaknya Terra. Alhasil, mamanya yang asik memainkan dough versi baru ini. Lebih menarik karena gumpalan dough ini dilengkapi dengan goresan hidung dan muluy serta dibubuhi mainan mata dan bulu bak rambut. Iya, ini dough berbentuk kepala boneka. Kebayang kan lucunya ini boneka kalau pipinya ditarik kearah timur-barat, atau rambutnya dipelintir menempel dagunya.
Orang dewasa gak harus jaim dengan mainan anak kecil.

Sunday, 28 June 2015

Maen adonan

Jadi malam ini Terra bermain adonan dengan ketekunan. Berbeda dengan setahun yang lalu dimana saat pertama kali dihadiahi dough, dia belajar meremas dan memutar2 adonan tapi dough itu tidak bertahan lama. Setelah adonannya pecah berkeping2 karena dia main potong2, serpihan kecil itu sudah berubah ujud jadi kerikil2 kering dan akhirnya hilang tak berjejak. Setahun yang lalu, setelah sibuk bolak balik simpan dough ke tube nya - sempat meneteskan air d adonan supaya dia kembali lentur -  akhirnya saya nyerah dan membiarkannya keras dan terbuang.
Tapi berbeda dengan hari ini. Di usia 3 tahun, dia lebih 'ngerti' cara maen nya, membentuknya, dan mencetak sedemikian rupa. Terra, simpan di tube nya yaaaaa....

Saturday, 27 June 2015

Rendezvous

Rabu lalu tgl 24 Juni, janjian ketemu sama Candy. Dia seorang Registered Nurse yang tinggal di Hawai, pegiat isu kemanusiaan yang berkaitan dgn disaster. Sekarang dia fokus sebagai children disaster advocate.
Awal pertemuan kami sekitar pertengahan tahun 2010 dimana kami terlibat dalam misi kemanusiaan di wilayah timur Indonesia. Nama kegiatannya adalah Pacific Partnership (PP 10) USNS Mercy dengan pihak2 terkait sesuai dengan tiap2 negara yang mereka kunjungi. Rumah sakit terapung milik Angkatan Laut Amerika Serikat ini melintasi wilayah timur Indonesia setelah sebelumnya berkunjung ke negara Pasific lain seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina (kalau tidak salah. maafkan jika daya ingat saya ini salah 'menebak' akan ketiga negara tersebut). Mereka berada di lautan Pasifik untuk jangka waktu yang cukup lama. Setelah Ambon, destinasi mereka ke Darwin, Australia.
Di Indonesia, mereka bekerjasama drngan TNI dan NGO bernama Hope World Wide (HWW). HWW menggandeng Siloam Hospitals (dimana saya bergabung didalamnya) dan juga Univ. Pelita Harapan fak. Kedokteran dan School of Nursing nya.
Candy adalah salah satu dari sekian banyak relawan yang ikut misi PP 10 ini. Dia ditunjuk sebagai leader rombongan 70 volunteer Indonesia to make sure our schedule each shift as a translator to the hospital's crews.
Candy masih pribadi yang sama yang saya kenal 5 tahun lalu. Bicaranya masih penuh semangat dan senyum yang selalu mengembang. Selain karena darah Indonesia yang mengalir didalamnya karena grandpa nya yg berasal dari ambon, saya pikir dia tetap Candy yang dulu karena dedikasi nya untuk bidang kerja yang menjadi strength dan passion nya. So thank you for being an inspiration to others and do good things for the community, Candy. Wish you all the best and keep healthy.

Thursday, 25 June 2015

4 tahun sudah

Ga terasa usia pernikahan kami 4 tahun hari ini. Usia yang masih muda belia. Dia masih pria iseng yang gw kenal, masih demen lepasin sarung bantal, doyan makan telor ceplok, dan sekarang makin galau karena rambutnya yang makin rontok. Soal hobi, basket masih rutin dijalani, fotografi dah jarang banget (terakhir moto2 pas masih di melben), main xbox juga masih tekun dijalani. Just be grateful to have him beside me through these years...
Hari ini ga ada acara istimewa yang kami lakukan. Bukan karena tanggal tua, tapi semata2 karena tugas negara yang diembannya tidak bisa ditinggalkan. Yah, ku lepas dikau wahai pahlawan.. Kurelakan dikau berjuang. Demi keamanan negara, kanda pergi ke medan jayaa... Hiahhh, boleh nyontek lirik lagu Maju Terus Pantsng Mundur dah jadinya. Hehehehe.
Padahal semalam sudah susun rencana mau dinner di salah satu resto italia di kota ini. " Sorry cannot make it tonight, cha. Can i take a rain check?" yah, dengan berat hati kujawab "mau dikata apa. Next time will be better".
Selamat hari jadi, wahai suamiku. Kiranya tahun2 selanjutnya kita makin ceria dan bersahaja.

Tuesday, 23 June 2015

Hari pantun

Ini gara gara nonton The Croods (untuk kesekian kalinya), jadi pengen coba bikin pantun. Si Grug doyan rhyming.

Jalan jalan ke tanah abang
Jangan lupa beli bantal
Bukan aye gak sayang abang
Abis abang mukanya kayak bantal
;)

Buah nangka rasanya manis
Lebih manis buah pepaya
Gua tau gua manis
Lebih manis dari pepaya
;) ;)
Asli jayus.

#DIRGAHAYUJKT
#22Juni
#Latepost

Ada ide?

Sedang enjoy membuat infographic. Selsin karena bagian dari kerjaan, yah emang infographic menarik untuk dikonsumsi. Ya, tampilan informasi singkat berupa simbol, grafik, dan warna yang menarik jelas menyenangkan untuk dikonsumsi ketimbang membaca artikel seabrek abrek.
Nah, sekarang lagi pengen list info apa aja yang bisa diulik2 jadi infographic ya?
1. Info keselamatan berkendara
2. Info seputar kesehatan anak
3. Info kampanye stop kekerasan anak
4. Info langkah2 evakuasi saat banjir, gempa bumi, dan serangkaian musibah/ bencana alam lainnya
5. Info ttg diet or puasa
6. Info seputar bantuan hidup dasar (life support)
List di atas sih random aja. Belom tentu juga mo dikerjain. Hehehee.
Ada ide lain?